
Mpek-mpek terdekat di Pontianak bisa Anda temukan lewat Google Maps dengan mengetik “mpek mpek” atau “pempek” di kolom pencarian, lalu aktifkan filter lokasi agar hasilnya menyesuaikan posisi Anda saat ini. Selain lewat peta digital, GoFood dan GrabFood juga menampilkan daftar penjual mpek-mpek dengan estimasi waktu antar langsung ke tempat Anda.
Mpek-mpek memang bukan makanan asli Pontianak, tapi kehadirannya di kota ini sudah cukup lama. Warung pempek dari Palembang menyebar ke berbagai penjuru kota, mulai dari kawasan pusat kota hingga area perumahan. Bagi warga Pontianak yang ingin menikmati cuko pedas-asam-manis khas Sumatera Selatan, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Palembang.
Cara Paling Praktis Menemukan Mpek Mpek Terdekat
Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menemukan penjual mpek-mpek di sekitar lokasi Anda, baik makan di tempat maupun pesan antar.
Google Maps
Buka aplikasi Google Maps di smartphone Anda, lalu ketik “mpek mpek” atau “pempek” di kolom pencarian. Google Maps akan menampilkan titik-titik warung terdekat dari posisi Anda lengkap dengan rating, jam buka, foto, dan ulasan pembeli. Beberapa warung bahkan mencantumkan menu dan kisaran harga. Pilih yang rating-nya di atas 4.0 untuk hasil yang lebih terjamin.
Satu hal yang perlu diperhatikan: tidak semua penjual mpek-mpek di Pontianak mendaftarkan usahanya di Google Maps. Warung kecil yang buka di pinggir jalan atau kaki lima sering kali tidak tercatat di sana. Jadi, hasil pencarian di Google Maps mewakili penjual yang sudah cukup mapan, bukan seluruh pilihan yang tersedia.
GoFood dan GrabFood
Kalau Anda malas keluar dan ingin mpek-mpek diantar ke rumah, GoFood dan GrabFood adalah pilihan paling mudah. Buka aplikasi Gojek atau Grab, cari “pempek” atau “mpek mpek” di kolom pencarian. Aplikasi akan menyaring restoran yang menerima pesanan delivery sesuai radius pengiriman dari lokasi Anda.
Harga di GoFood dan GrabFood biasanya sedikit lebih tinggi dari harga makan langsung di warung karena ada biaya layanan dan packaging. Namun kelebihannya, Anda bisa memesan dari beberapa penjual sekaligus, membandingkan menu, dan membaca ulasan pembeli sebelumnya.
Tanya Warga Lokal atau Grup WhatsApp Kuliner
Cara lama ini masih cukup efektif. Banyak penjual mpek-mpek di Pontianak yang belum terdaftar di aplikasi mana pun, tapi sudah punya pelanggan tetap dari mulut ke mulut. Coba tanya tetangga, rekan kerja, atau cari di grup WhatsApp atau Facebook khusus kuliner Pontianak. Grup semacam ini biasanya aktif berbagi rekomendasi warung baru dan informasi harga terkini.
Selain itu, media sosial seperti Instagram dan TikTok juga bisa membantu. Cari tagar #pempekpontianak atau #mpekmpekpontianak untuk menemukan konten dari penjual yang aktif berpromosi.
Mengenal Jenis Mpek Mpek Sebelum Memesan
Supaya tidak bingung saat melihat daftar menu, ada baiknya Anda mengenal beberapa jenis mpek-mpek yang paling sering tersedia. Masing-masing punya tekstur dan cara makan yang sedikit berbeda.
- Kapal selam: mpek-mpek berbentuk oval besar yang di dalamnya berisi telur ayam utuh. Ini yang paling mengenyangkan dan dianggap sebagai varian premium. Harganya biasanya lebih mahal dari jenis lain, berkisar Rp5.000 hingga Rp15.000 per buah tergantung ukuran.
- Lenjer: berbentuk silinder panjang, tanpa isian. Teksturnya kenyal dan biasanya dipotong-potong sebelum disajikan dengan cuko.
- Adaan: berbentuk bulat kecil, sering digoreng hingga kecokelatan. Teksturnya sedikit lebih padat dibanding lenjer.
- Keriting: berbentuk mie atau untaian kecil yang digulung-gulung. Teksturnya lebih ringan dan cepat habis.
- Kulit: dibuat dari campuran kulit ikan, rasanya lebih gurih dan aromanya kuat. Cocok untuk yang suka cita rasa ikan yang lebih dominan.
- Panggang (tunu): mpek-mpek yang dipanggang di atas bara, bukan digoreng. Di dalamnya ada isian saus pedas manis dan udang kecil.
Semua jenis mpek-mpek di atas disajikan dengan kuah cuko, yaitu saus khas berbahan gula aren, cabai, bawang putih, cuka, dan garam. Rasa cuko yang baik harus memiliki kombinasi pedas, asam, manis, dan gurih sekaligus. Warung pempek yang sudah berpengalaman biasanya punya resep cuko turun-temurun yang membedakan cita rasa mereka dari pesaing.
Berapa Harga Mpek Mpek di Pontianak?
Harga mpek-mpek di Pontianak cukup terjangkau. Warung yang menjual mpek-mpek Palembang asli biasanya mematok harga Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi untuk jenis lenjer atau adaan. Kapal selam besar bisa mencapai Rp12.000 hingga Rp20.000 per buah. Beberapa warung menjual dalam paket campuran sehingga Anda bisa mencoba beberapa jenis sekaligus dengan harga yang lebih hemat.
Sebagai perbandingan, harga pempek di Sambas, Kalimantan Barat, menurut Tribun Pontianak, dipatok sekitar Rp10.000 per porsi oleh pedagang yang menggunakan ikan laut segar dicampur tepung terigu dan tapioka. Harga di Pontianak kota umumnya sedikit lebih tinggi karena biaya operasional yang berbeda.
Untuk mpek-mpek frozen yang bisa dibawa pulang atau dikirim ke luar kota, harganya bervariasi tergantung brand. Beberapa produk mpek-mpek beku dijual di Tokopedia dan Shopee dengan harga yang beragam sesuai ukuran paket dan nama penjualnya. Sebelum memesan, perhatikan ulasan pembeli terkait kondisi produk saat tiba dan cara pengirimannya.
Warung Mpek Mpek di Pontianak yang Bisa Jadi Rujukan
Pempek Palembang asli sudah lama hadir di Pontianak dan tersedia dalam berbagai varian, mulai dari kapal selam besar dan kecil, lenjer, adaan, kulit, keriting, hingga lenggang. Sejumlah warung yang menjual pempek Palembang di Pontianak sempat diulas oleh Tribun Pontianak, yang mencatat bahwa rasa dan variannya tidak kalah dari versi asli di Sumatera Selatan.
Untuk informasi lokasi yang lebih akurat dan terkini, gunakan Google Maps atau tanya langsung di komunitas kuliner lokal karena warung bisa berpindah lokasi atau mengubah jam operasional. Informasi yang Anda temukan di peta digital atau rekomendasi langsung dari warga setempat jauh lebih bisa diandalkan daripada daftar yang ditulis di artikel.
Baca juga: Mengenal Pontianak: Kota Khatulistiwa di Jantung Kalimantan Barat
Mpek Mpek vs Kerupuk Basah: Saudara Jauh dari Kalimantan
Kalau Anda suka mpek-mpek dan tinggal di wilayah Kalimantan Barat, ada satu makanan lokal yang layak dicoba sebagai alternatif: kerupuk basah atau temet, kuliner khas Kapuas Hulu. Bentuknya lonjong dengan panjang sekitar 15 hingga 25 sentimeter, dibuat dari ikan toman atau ikan belida yang dicampur tepung, lalu dikukus.
Mirip mpek-mpek dari segi bahan dasar, tapi cara makan dan sausnya berbeda. Kerupuk basah biasanya disajikan dengan berbagai sambal sesuai selera, bukan kuah cuko. Teksturnya kenyal dan aromanya kuat karena menggunakan ikan air tawar segar dari Kapuas Hulu, salah satu daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Kalimantan Barat.
Dua makanan ini menunjukkan bahwa konsep olahan ikan dan tepung sebenarnya tumbuh di banyak daerah Indonesia secara mandiri, bukan hanya di Palembang. Bagi wisatawan yang datang ke Pontianak, mencoba keduanya justru memberi perspektif yang lebih lengkap tentang kekayaan kuliner Kalimantan.
Tips Memilih Mpek Mpek yang Berkualitas
Tidak semua mpek-mpek yang dijual di luar Palembang menggunakan bahan dan resep yang konsisten. Ada beberapa tanda yang bisa membantu Anda memilih mpek-mpek yang layak dicoba.
- Aroma ikan terasa tapi tidak amis. Mpek-mpek yang baik punya aroma ikan yang khas tapi tidak menyengat. Kalau terlalu amis, kemungkinan ikan yang digunakan tidak segar atau terlalu lama disimpan.
- Tekstur kenyal dan tidak lembek. Mpek-mpek segar punya tekstur kenyal yang memantul saat ditekan. Jika terlalu lembek, bisa jadi kandungan tepungnya berlebihan atau sudah terlalu lama disimpan.
- Cuko tidak terlalu encer. Cuko yang baik punya konsistensi sedikit kental karena gula aren yang cukup. Cuko yang terlalu encer cenderung kurang rasa dan kurang gurih.
- Disajikan panas atau hangat. Mpek-mpek paling enak dimakan langsung setelah digoreng. Hindari warung yang menjual mpek-mpek yang sudah lama dingin dan baru dipanaskan kembali.
Mpek-mpek asli Palembang secara tradisional dibuat dari ikan belida (Chitala lopis), ikan air tawar yang dagingnya putih dan rendah lemak. Namun karena ikan belida semakin sulit didapat, kini banyak pembuat mpek-mpek yang beralih ke ikan gabus atau ikan tenggiri. Hasilnya tetap enak, meski profil rasa dan teksturnya sedikit berbeda dari versi asli. Menurut Wikipedia, pempek kapal selam yang berisi telur merupakan varian yang paling bergizi karena kaya protein, lemak sehat, vitamin A, dan mineral.
Mpek-mpek yang sudah ada sejak sekitar abad ke-17 di Palembang kini sudah menjadi salah satu kuliner Indonesia yang dikenal luas, termasuk di Pontianak. Menemukan warung mpek-mpek terdekat di kota ini bukan lagi hal sulit, apalagi dengan bantuan teknologi. Yang paling penting, pilih warung yang menjaga kualitas bahan dan resep cukonya, bukan sekadar yang paling murah.